Faktor-Faktor Penyebab Lupa dalam Belajar
Semangat Berjuang untuk Anak-anak SD yang ikut serta dalam PPDB 2014 SMP N 1 Kayuagung. PPDB 2014/2015 Telah dibuka, bagi siswa Sekolah Dasar yang ingin mendaftar dapat membaca Persyaratan yang ada. Manajemen Persepsi dalaha Kombinasi dari cara anda Berprilaku dan Berpenampilan. Ada argumen tentang betapa cepatnya orang saling menilai ketika mereka pertama kali bertemu. JANJI KONSELOR : Saya ............ dengan ini menyatakan bahwa saya sanggup dan bersedia menerima, menyimpan, memelihara, menjaga, dan merahasiakan segala data dan atau keterangan lainnya yang saya terima baik dari klien saya atau dari siapa pun juga, yaitu data dan atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. Percaya diri, berani, serta mampu berpikir tenang dan jernih ketika berbicara dihadapan sebuah kelompok sama sekali tidak sesulit yang dibayangkan kebanyakan orang
Share This Article :

Lupa (Forgetting) adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Menurut Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa sebagai ketidak mampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dipelajari atau dialami. Lupa adalah suatu fenomena umum, ia merupakan suatu pengendalian biologis yang membantu kita memertahankan keseimbangan dalam dunia yang dipenuhi oleh rangsangan sensor (Mahmud,H.2005:139) Dengan demikian lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita. 
 
Muhibbinsyah (1999) dan Ngalim Pur-wanto (1995) sepakat bahwa lupa bukanlah masalah yang sederhana dan berdiri sendiri. Mereka yakin ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lupa terhadap sesuatu yang telah dimiliki.
 
Lupa yang dialami seseorang dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut : 
1.Lupa dapat terjadi jika terjadi konflik-konflik antara item-item informasi atau materi pelajar yang ada di sistem memori seseorang.
Gangguan – gangguan yang terjadi dalam memori seseorang ada 2 :
  1. Proactive Interference
    Gangguan ini terjadi jika item-item atau materi pelaj aran yang lama telah tersimpan dalam subsistem akal permanennya mengganggu masuknya materi pelajaran baru. Dalam hal ini gangguan seperti ini terjadi jika seorang siswa mempelajari sebuah materi pelajaran yang sangat mirip dengan materi pelajaran yang telah dikuasainya dalam waktu yang relatif pendek.dalam keadaan demikian materi pelajaran yang baru sulit untuk diingat dan dengan sangat mudah untuk dilupakan.
  2. Retroactive Interference
    Gangguan ini terjadi jika materi pelajaran baru membawa konflik dan gangguan terhadap pemanggilan kembali materi pelajaran yang telah lebih dahulu tersimpan dalam subsistem akal permanennya siswa tersebut.
Dalam hal ini materi pelajaran lama akan sangat sulit diingat atau diproduksi kembali (siswa tersebut lupa akan materi pelajaran lama itu). 
2.Lupa dapat terjadi ketika terjadi tekanan terhadap item yang telah ada baik sengaja atau tidak. Penekanan ini terjadi karena beberapa kemungkinan: 
  1. Karena siswa kurang menyenangi item/materi yang ia terima sehingga ia dengan  sengaja menekannya hingga ke alam ketidak sadaran.
  2. Karena item informasi yang baru secara otomatis menekan item. Informasi yang lama yang telah ada. 
  3. Item informasi yang ada tertekan ke alam bawah sadar karena lama tidak digunakan.
3.Lupa dapat terjadi karena perbedaan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan waktu mengingat kembali item tersebut.
4.Lupa dapat terjadi karena adanya perubahan sikap dan minat siswa terhadap proses dan situasi belajar tertentu. Jadi meskipun seorang siswa telah mengikuti proses mengajar belajar dengan tekun dan serius, tetapi karena sesuatu hal sikap dan minat siswa tersebut menjadi sebaliknya (seperti karena ketidak senangan kepada guru) maka materi pelajaran itu akan mudah terlupakan.
5.Menurut law of disuse (Hilgard dan Bower 1975), lupa dapat terjadi karena materi pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah digunakan atau dihafalkan siswa. Menurut asumsi sebagian ahli, materi yang diperlakukan demikian dengan sendirinya akan masuk ke alam bawah sadar atau mungkin juga bercampur aduk dengan materi pelajaran baru.
6.Cue-dependent forgetting adalah kegagalan dalam mengambil kembali informasi karena kurangnya petunjuk pengambilan yang efektif (Nairne, 2000).
7.Teori Interferensi adalah teori yang menyatakan bahwa kita lupa bukan karena kira kehilangan memori dari tempat penyimpanan, tetapi karena ada informasi lain yang menghambat upaya kita untuk mengingat informasi yang kita inginkan.
8.Decay Theory adalah teori ini menyatakan bahwa berlalunya waktu bisa membuat orang menjadi lupa.
9.Lupa dapat terjadi karena perubahan urat syaraf otak. Seorang siswa yang terserang penyakit tertentu seperti keracunan, kecanduan alkohol dan gagar otak akan kehilangan ingatan atas item-item informasi yang ada dalam memori permanennya. 
Namun demikian, bukan berarti materi yang telah terlupakan itu hilang di memori manusia namun terlalu lemah untuk dipanggil lagi atau diingat kembali. Ini dapat dibuktikan jika seseorang telah lama tidak mempelajari materi yang pernah dipelajari pada masa lalu itu, akan sulit untuk memanggil materi itu, namun setelah orang tersebut mempelajarinya kembali, akan dapat menguasai dan mengingat kembali materi itu dalam waktu yang pendek.
 
 
refrensi :
Buku Psikologi Belajar : Muhibbin syah dan Psikologi Belajar Syaiful Bahri Djamarah. 




0 Responses for This Thread






Form Isian Komentar :


Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

LOGIN SISWA



Agenda SMPN1Kag
  • Pengumuman Hasil Test PPDB 2014 SMP N 1 Kayuagung

    Hasil test PPDB 2014 SMP n 1 Kayuagung akan di umumkan lewat Website Resmi SMP Negeri 1 Kayuagung. Harap kunjungi Website untuk melihat Pengumuman dan tidak perlu datang ke SMP N 1 Kayuagung pada

    26 April 2014

  • Test Wawancara PPDB

    Test Wawancara

    24 April 2014

  • Test Tertulis PPDB SMP N 1 Kayuagung

    Tes tertulis Penerimaan Peserta DIdik Baru SMP Negeri 1

    24 April 2014

  • lihat agenda lainya

    Banner